Okelah.. saya mulai pusing dari mana memulai menulis, kita ngawur ngidul sedikit, tulisan ini terinspirasi dari kebiasaan orang tua saya dirumah yang selalu mau tau apa yang saya kerjakan. Apa lagi dengan adanya komukasi yang ditunjang media yang beragam seperti HP, Inet dan lainnya. Yang dulunya bawel jadi makin bawel.. (mahap ya ibuku…. hehhe
Namun setalah saya pikirkan ternya hal tersebut sangat bermanfaat buat saya dan mereka. Secara tidak langsung itu akan mempengaruhi saya untuk selalu dalam kaidah atau pengawasan orang tua. Bagaimana jika hal ini diaplikasikan oleh masyarakat? Tentunya ini akan menjadi awal peneritaan untuk kita yang dikontrol hahahhaha.. Cuma awal-awal saja, namun lambat laun itu akan menjadi keterbiasaan dan budaya. Disinilah saatnya kita mengebalikan budaya kita yang dikenal dengan budaya timur (ciee nasionalisme hehhe ).
Setelah saya cari melalui google.com budaya ini diistilahkan sebagai control social (ribet banget namanya yach). Okelah kita bahas pelan-pelan Kontrol Sosial. Kata kontrol sosial berasal dari kata bahasa dunia (English) ‘social control’. ‘Social control’ atau sistem pengendalian sosial dapat diartikan sebagai pengawasan oleh masyarakat terhadap sesuatu hal yang akan dibenahi. Yang namanya pembenahan tentunya mengandung unsure kesengajaan dan emiliki tujuan positif untuk mendidik, mengajak untuk mematuhi kaidah dan nilai sosial tertentu yang dianggap benar.
Hal ini yang mulai melemah dimasyarakat, kita saling bertemu dijalan kini sudah jarang untuk menyapa apalagi untuk memperingatkan ketika ada sesuatu yang salah. Bisanya berpendapat kendala dalam melangsungkan control social adalah sarana… sarana? Dalam control social sarana yang dibutuhkan tidak mahal bahkan tidak berharga dengan uang hanya membutuhkan kalimat dan kemauan untuk sama-sama peduli dengan kondisi social.
Satu contoh ringan ketika kita melihat anak sekolah yang sedang berkumpul meminum miras,cukup kita bertanya dan menegur itu sudah merupakan aplikasi dari Kontrol social. Walau memang pada awalnya mereka akan membantah bahkan berbalik berkata-kata kasar kepada kita, nah disinilah guna masyarakat untuk peduli bukan saling menunggu. Sehingga banyak yang akan datang pada mereka untuk mengingatkan. Mari kita bersama-sama meningkatkan control social untuk mengatsi Drugs.
Sabtu, 02 Oktober 2010
22.05
Jhon Gino
Artikel
No comments
Related Posts:
Remaja Vs Drugs Masa remaja adalah masa yang sangat indah dan sangat berkesan. Banyak hal yang dapat membuat kita merasa happy n’ tetep enjoy dalam hidup ini, masa remaja juga adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. D… Read More
Tetap Gaul n Cool Tanpa Drugs Kalau tidak merokok berarti kamu ga gaul. Kalau tidak minum kamu ga gaul. Kata-kata itu sering kali aku dengar dari teman saat jalan-jalan atau kebetulan bertemu. Apa yang dapat aku lakukan coba saat ditawari sesuatu yang b… Read More
Menguatkan Kontrol Sosial Antisipasi Drugs Okelah.. saya mulai pusing dari mana memulai menulis, kita ngawur ngidul sedikit, tulisan ini terinspirasi dari kebiasaan orang tua saya dirumah yang selalu mau tau apa yang saya kerjakan. Apa lagi dengan adanya komukasi ya… Read More
Mengenal Efek Drug Bagi kesehatan Drugs tentunya tidak asing lagi bagi bangsa kita, Ketika kebijakan "Warr on Drugs" atau perang terhadap NAPZA semakin digalakan oleh pemerintah Indonesia. Ternyata tidak membuat pemakai dan pengedar obat-obatan terlarang … Read More
Memahami Kesepian Untuk Menghindari DrugsAda beberapa hal yang membuat seseorang bisa terjerumus dalam Drugs, yang umumnya terkait dengan Psikologi sesorang! Disini saya mencoba untuk mengangkat tentang sebuah rasa kesepian yang cenderung bisa membuat kita untuk men… Read More
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar